JOMBANG — PT Investasi Hijau Selaras (HIJAU) bersama PT Pei Hai International Wiratama Indonesia resmi menginaugurasi pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap Fase I berkapasitas 1.515 kWp sekaligus menandatangani kerja sama pengembangan Fase II berkapasitas 2.262 kWp. Proyek ini menjadi langkah konkret kedua perusahaan dalam mendukung transisi energi bersih di sektor industri manufaktur.
Direktur Utama PT Investasi Hijau Selaras, Victor Samuel, menjelaskan bahwa pada Fase I, sistem PLTS atap telah terpasang dan beroperasi untuk mendukung kebutuhan listrik pabrik PT Pei Hai. Sementara itu, Fase II akan menambah kapasitas secara signifikan guna meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam operasional perusahaan.
“Pada Fase I kami memasang PLTS sebesar 1.515 kWp dan akan dilanjutkan dengan Fase II berkapasitas 2.262 kWp. Sistem ini dirancang agar andal dan berumur panjang,” ujar Victor.
Dalam proses instalasi, HIJAU menerapkan teknologi dan standar keselamatan tingkat industri, termasuk penggunaan struktur hot-dip galvanized (HDG) yang tahan korosi, material berkualitas tinggi, serta sistem pemantauan kinerja secara real time. Langkah ini dilakukan untuk memastikan performa PLTS tetap optimal dalam jangka panjang.
Victor mengakui bahwa pelaksanaan Fase I menghadapi sejumlah tantangan, terutama faktor cuaca dengan intensitas hujan tinggi serta keterlambatan pengiriman modul surya dari luar negeri. Namun, kendala tersebut berhasil diatasi melalui penyesuaian jadwal kerja serta koordinasi intensif dengan mitra logistik.
Memasuki Fase II, HIJAU akan memfokuskan strategi pada optimalisasi kapasitas dan keberlanjutan sistem. Perencanaan dilakukan berdasarkan analisis beban listrik aktual menggunakan power quality analyzer, pemeriksaan kondisi atap, serta asesmen struktur bangunan. Selain itu, HIJAU juga menyiapkan program pengoperasian dan perawatan terstruktur guna menjaga keandalan sistem.
Dari sisi lingkungan, implementasi PLTS Fase I diperkirakan mampu menurunkan emisi karbon hingga 30.865 ton CO₂, setara dengan penanaman sekitar 49.384 pohon dalam kurun waktu 15 tahun.
Sementara itu, PT Pei Hai International Wiratama Indonesia menegaskan bahwa pemanfaatan PLTS merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan. Manajer HRD PT Pei Hai International Wiratama Indonesia, Moelyono, menyebut penggunaan energi surya sejalan dengan tuntutan standar global, khususnya bagi perusahaan berorientasi ekspor.
“Penggunaan PLTS membantu kami menurunkan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional dalam jangka panjang,” kata Moelyono.
Ia menambahkan, pemilihan HIJAU sebagai mitra didasarkan pada rekam jejak serta solusi komprehensif yang ditawarkan, mulai dari teknologi, fleksibilitas model bisnis, hingga layanan purnajual. Capaian Fase I dinilai telah melampaui ekspektasi karena mampu menekan biaya listrik sekaligus mengurangi jejak karbon perusahaan.
Pada Fase II, PT Pei Hai akan memprioritaskan penambahan kapasitas serta integrasi sistem pemantauan energi yang lebih cerdas agar pemanfaatan energi surya semakin optimal. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi industri manufaktur lain dalam mendukung target Net Zero Emission nasional yang ditetapkan pemerintah pada tahun 2060.
“Sinergi ini kami harapkan dapat menjadi role model transisi energi bersih di Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global,” tutup Moelyono.